Saturday, June 29, 2024

Sebuah Review Album untuk 'What Happened To The Heart?' oleh AURORA

 

    Artist: AURORA
    Album: What Happened To The Heart?
    Release Year: 2024

Album ini adalah rilisan ke 5 dari penyanyi muda asal Norwegia bernama asli Aurora Aksnes atau yang lebih dikenal dengan AURORA (sering dituliskan dengan huruf kapital). Garis besar album ini masih sama seperti rilisan AURORA yang lainnya, yaitu tentang bagaimana dia memandang dan merespon semua fenomena dan peristiwa yang ada di sekitar dia. 

Mungkin negara asal AURORA yang cenderung tidak se 'berisik' belahan dunia lain itulah yang cukup banyak mempengaruhi caranya berpikir atas segala hal di depan matanya, sangat terasa di Album pertamanya yang terasa benar-benar datang dari seseorang yang tinggal di tempat yang 'dingin' dan 'senyap'. 

Di album-album selanjutnya perkembangan sound dan arah kreatif AURORA sebenernya sudah cukup terlihat, tapi sepertinya agak terhambat oleh citra yang terlanjur kuat tercipta secara sengaja maupun tidak oleh album pertamanya. Dan akhirnya di album inilah AURORA seakan mendapatkan kembali kendali penuh atas arah kreatifnya. 
    
Album ini syarat akan banyak pengaruh dari musik-musik lain diluar jalur utama AURORA, yang mungkin tercipta dari bertahun-tahun interaksinya dengan dunia luar (Musisi lain dan Dunia secara harfiah). Ada beberapa lagu yang secara terang-terangan seperti datang dari album The Chemical Brothers, dan beberapa lagu yang sama sekali tidak terbayangkan akan diputar di club maupun gigs di Norwegia. 

Resiko besar yang diambil AURORA di album ini adalah akan timbulnya polarisasi antar pendengarnya, selain karena beberapa lagu yang terasa cukup segmented dan yang pasti sangat berbeda dengan harapan akan menjadi kelanjutan dari 'cerita' dan 'suasana' dari album-album AURORA sebelum-sebelumnya. Diperparah dengan durasi album ini yang cukup panjang, terdiri dari 16 lagu dan dengan total durasi 1 jam lebih, beberapa pendengar mungkin akan memutar hanya beberapa lagu dan akan melewati lagu lainnya. 

Walaupun album ini terasa penuh dengan eksplorasi dan eksperimen, tapi sebenernya unsur utama pembentuk album ini masih sama seperti album-album sebelumnya, dan AURORA juga masih sama dengan pandangan hidup seperti AURORA dari album All My Demons Greeting Me as a Friend, tapi mungkin dengan beberapa pendewasaan dari pengalaman pribadi dan pertemuannya dengan Dunia luar. 

Pada akhirnya album ini membuka peluang dan potensi menarik tentang arah mana yang akan diambil AURORA selanjutnya, dan secara sengaja atau tidak album ini juga membuka potensi pendengar yang lebih luas dari sebelumnya. 

Sunday, March 31, 2024

Eternal Ballroom

Blog ini akan menjadi blog semi-personal yang mencakup pendapat pribadi dan review seputar musik, film dan buku. Semua review akan bersifat subjektif dan tanpa pengaruh dari pihak manapun. Artikel akan terbit setiap minggu tapi mungkin akan lebih dari satu jika saya sebagai penulis kebetulan mempunyai waktu luang lebih. 

Background saya adalah seorang software developer dan sedang bekerja di sebuah startup di Indonesia. Di waktu luang saya sering menghabiskan waktu dengan mendengarkan musik, membaca buku dan terkadang menonton film. Tidak ada genre khusus yang saya gemari jika membicarakan soal musik dan film, akan tetapi untuk buku genre favorit saya adalah Magical Realism. Jadi nantinya mungkin akan banyak buku-buku bergenre Magical Realism yang saya bagikan reviewnya.

Saya memutuskan untuk mulai menulis blog karena saya merasa saya mempunyai ingatan jangka panjang maupun pendek yang buruk. Saya berharap blog ini nantinya bisa menjadi pengingat untuk hal-hal yang saya gemari. Seperti esensi dari nama blog ini yaitu Eternal Ballroom, yang terinspirasi dari sebuah eksperimen musikal karya musisi asal Inggris bernama The Caretaker atau James Leyland Kirby.

Projek eksperimen musik The Caretaker mencoba memvisualisasikan dalam bentuk suara bagaimana seseorang yang menderita demensia secara bertahap mengalami kehilangan ingatan, tapi masih bisa mendengar beberapa bagian lagu yang semasa hidup sering didengar. Dalam garis besar dari konsep album maupun lagu yang dibuat mengangkat tema musik ballroom dan quote yang paling membekas untuk saya adalah 

May the ballroom remain eternal

Dari situlah nama Eternal Ballroom tercipta. Saya memiliki kegelisahan tentang bagaimana mengerikannya demensia yang mungkin bisa terjadi kepada saya suatu saat nanti. Oleh karena itu saya memutuskan untuk merawat dan mengabadikan hal-hal yang saya gemari agar nantinya bisa saya kunjungi kembali saat saya sudah mulai lupa.

Mungkin nanti akan saya coba bagikan review untuk karya musikal The Caretaker.

Ini adalah blog pertama saya, jadi mungkin akan banyak kekurangan di sana-sini. Mohon dimaklumi dan saya sangat terbuka untuk kritik dan saran yang sekiranya membantu perkembangan blog ini dan saya secara personal. Terimakasih atas waktu yang anda luangkan untuk mengunjungi blog ini, selamat mengikuti perjalanan saya merawat ingatan.

Sebuah Review Album untuk 'What Happened To The Heart?' oleh AURORA

       Artist: AURORA      Album: What Happened To The Heart?      Release Year: 2024 Album ini adalah rilisan ke 5 dari penyanyi muda asal ...